Arief Ramadhan Seorang Blogger Pekanbaru Penikmat Kuliner & Wisata. SEO Expert Pekanbaru & Digital Marketing Pekanbaru.

4 Masalah Utama dalam Manajemen Penggajian

1 min read

Masalah Manajemen Penggajian

Masalah Manajemen Penggajian – Setiap perusahaan atau manajemen memenuhi kewajiban utamanya kepada karyawan, yakni memberi gaji bulanan. Inilah pentingnya kualitas manajemen penggajian yang baik. Namun, sudah bukan rahasia umum jika manajemen penggajian sering kali mengalami berbagai masalah.

Masalah ini akan mengganggu dan menyebabkan masalah yang semakin besar jika tidak ditangani dengan benar. Apa saja masalah yang biasanya terjadi dalam penggajian?.

Komponen yang sering tertukar

Komponen penggajian cukup banyak dan beragam. Hal ini membuat banyaknya komponen gaji yang tertukar. Jika sudah tertukar, maka akan berpengaruh kepada penggajian karyawan. Bisa-bisa perhitungan gaji justru jadi tidak akurat.

Data penggajian bocor

Informasi gaji karyawan bersifat rahasia dan tidak boleh bocor ke pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk mengatasi hal ini, HRD harus menjaga semua informasi terkait penggajian. Namun pada faktanya, seringkali gaji karyawan bocor dan disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Selain merugikan karyawan, kebocoran data karyawan ini juga akan merugikan pihak perusahaan.

Kesalahan hitung gaji

Selain komponen yang sering tertukar, gaji karyawan juga rentan mengalami kesalahan hitung gaji. Mengapa demikian? Sebab, HRD harus menghitung gaji satu-persatu dengan cara manual. Padahal komponen dan jumlah gaji karyawan sendiri cukup banyak dan sulit untuk dihitung semua secara serentak. Tentu kesalahan hitung gaji jadi sulit dihindari.

Telat kirim gaji

Perusahaan akan memberikan gaji kepada karyawan tiap awal bulan atau akhir bulan, tergantung kebijakan perusahaan. Karyawan paling kesal jika terjadi terlambat bayar gaji. Karyawan bisa tidak mood kerja dan akhirnya mempengaruhi produktivitas kerja.

Bahkan, kredibilitas perusahaan juga dinilai dari ketepatan pembayaran gaji. Perusahaan yang telat bayar gaji merupakan tanda bahwa perusahaan tidak kompeten dalam mengelola karyawan. Pihak perusahaan pun juga dikenai denda ketika telat membayarkan gaji karyawan sesuai yang tercantum pada Pasal 55 ayat (1) dalam PP Pengupahan.

Apakah salah satu masalah di atas pernah terjadi di perusahaan Anda? Untuk mengatasinya, perusahaan harus meningkatkan kualitas manajemen penggajian agar dapat meminimalisir masalah seperti ini.

Perusahaan juga dapat mengandalkan bantuan dari Payroll Software Indonesia yang mempunyai sistem dan fitur yang canggih. Contoh dari payroll software yang paling banyak digunakan berbagai macam perusahaan adalah LinovHR.

Alasan utama mengapa LinovHR dipercaya banyak perusahaan adalah jaminan keamanan dan kerahasiaan data. LinovHR mempunyai sistem keamanan yang ketat serta menjamin semua data dan informasi karyawan yang dihimpun hanya digunakan untuk keperluan pengelolaan karyawan. Jadi, perusahaan bisa merasa lebih aman tanpa perlu takut akan adanya kebocoran data.

Payroll Software Indonesia dari LinovHR dapat menjadi solusi bagi masalah dalam manajemen penggajian di perusahaan Anda. Sehingga manajemen penggajian di perusahaan dapat berjalan lancar dan aman. Karyawan senang, perusahaan tenang!

Arief Ramadhan Seorang Blogger Pekanbaru Penikmat Kuliner & Wisata. SEO Expert Pekanbaru & Digital Marketing Pekanbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *